Monday, May 16, 2005

Terimakasih, Ayah Ibu

Manajemen Qalbu - Aa Gym
04 Mar 05 07:33 WIB

Berbakti Pada Orang Tua
Oleh KH. Abdullah Gymnastiar



Saudaraku, sungguh pengorbanan orangtua kita adalah hutang. Walau ditebus nyawa sekalipun rasa-rasanya tidak akan terbayar. Allah SWT dalam surat Al Isra ayat 23 berfirman: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Begitu santunnya Islam mengajarkan penghormatan kepada orangtua. Bukan saja dari raut muka, bahkan perkataan ah! saja sudah terlarang dalam Islam. Apalagi menghardik dan bersikap keras atau kasar. Bahkan kita dilarang untuk memaki ibu bapak orang lain, sebab setiap kali kita memaki-maki orangtua orang lain, maka bisa jadi akan mengundang orang itu untuk memaki orangtua kita. Dan itu adalah kezhaliman bagi orangtua.
Harusnya kata-kata yang mulia saja yang keluar dari lisan kita.
Beruntunglah bagi siapapun yang orangtuanya masih ada, karena jikalau orangtua sudah terbungkus kain kafan, kita tidak bisa lagi mencium tangannya atau menatap wajahnya. Karena itu kita harus memiliki tekad yang sangat kuat untuk berbakti pada orangtua. Minimal kita berhenti dari menyakiti hati orangtua hingga tidak ada luka yang ditoreh di hatinya.
Syukur kalau kita sudah bisa menyenangkannya dan diberkahi manfaat besar bagi dunia dan juga akhiratnya. Yang paling penting dalam menghormati orangtua bukanlah hanya dengan memberinya harta. Namun yang paling dibutuhkan adalah akhlaq dari anaknya.
Apalah artinya anak kaya, anak bergelar, anak berpangkat, tetapi tidak berakhlaq kepada ibu bapaknya? Dan akhlaq inilah sebenarnya kekayaan termahal yang bisa membuat sang anak doanya diijabah oleh Allah,sehingga bisa menyelamatkan memuliakan ibu bapaknya. Betapa yang dirindukan orangtua itu senyum manis yang tulus dari anaknya serta ketawadluan.
Oleh karena itu jangan beli orangtua dengan harta. Harta itu hanya secuplik. Apalah artinya kita ngasih uang, tapi uang itu dilemparkan ke depan wajahnya? Mudah-mudahan, kita semua dapat benar-benar menyadari bahwa orangtua itu tidak terbeli kecuali oleh kemuliaan akhlaq. Sosok orangtua memang tidak selalu sesuai dengan harapan kita. Kita tidak bisa mengharapkan sosok ibu atau bapak seideal seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw dan istrinya. Tapi justru kita harus mencari kelebihan-kelebihan mereka untuk kita syukuri. Sedangkan soal kekurangannya kita harus ada dibarisan yang paling depan untuk membantunya agar luput dan selamat dari kehinaan karena kekurangan-kekurangan itu. Bagaimanapun keadaan orangtua kita, darah dagingnya melekat pada diri kita. Jika mereka belum shalih dan shalihah, kita yang harus mati-matian meminta kepada Allah supaya orangtua kita mendapat hidayah. Kalau orangtua masih bergelimang dosa, kita yang harus berjuang keras supaya diampuni oleh Allah. Kalau belum taat, kita yang harus membuktikan bahwa diri kita sendiri adalah orang yang sedang berjuang keras ke arah ketaatan itu. Setiap orang berproses, ada yang awalnya kurang ilmu, namun lambat laun ilmunya bertambah. Jadi kita harus sikapi kekurangan orangtua kita dengan kelapangan hati. Bagaimanapun juga, tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, mudah-mudahan tekad kita semakin kuat untuk memuliakan orangtua kita. Amiin

WASPADA Online

0 Comments:

Post a Comment

<< Home